KAJIAN ECOCIDE TERHADAP PERTAMBANGAN BATUBARA DALAM KAWASAN HUTAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI AIR BENGKULU

Arie Elcaputera, Dede Frastien

Abstract


ABSTRAK
Ketentuan Pasal 28H UUD NRI Tahun 1945 pada pokoknya menyatakan bahwa setiap orang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, sebagai hak atas lingkungan yang wajib dipenuhi oleh negara. Namun, pada kenyataannya hadirnya korporasi pertambangan batubara di Provinsi Bengkulu sejak tahun 1986 menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan lingkungan hidup. Dalam Kawasan Hutan Provinsi Bengkulu setidaknya terdapat sembilan korporasi, WIUP batubara tersebut merupakan Daerah Resapan Air yang tidak terpisahkan dari DAS Air Bengkulu. Pemberian Izin Pertambangan batubara yang tidak sesuai dengan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup menjadi penyebab kerusakan dan pemusnahan ekosistem yang berdampak terhadap bencana ekologis banjir dan longsor sepanjang tahun pada landscape hulu, tengah dan hilir DAS Bengkulu. Pemusnahan ekosistem akibat pertambangan ini dapat dikategorikan kedalam kejahatan Ecocide yaitu kejahatan kehancuran atau hilangnya ekosistem suatu wilayah tertentu, baik dilakukan oleh manusia atau penyebab lain, sehingga kenikmatan perdamaian penduduk di wilayah tersebut berkurang.
Kata kunci: DAS; ECOCIDE; kawasan hutan.

ABSTRACT
The provisions of Article 28H in the Constitution of the Republic Indonesia 1945 basically states that every person has the right to get a Good and Healthy Environment, this is a right to the environment that must be fulfilled by the State. However, in reality the presence of the coal mining corporation in Bengkulu Province since 1986 posed a serious threat to the community and the environment. Within the Bengkulu Province Forest Zone there are at least nine coal mining corporations, the coal mining permit area (WIUP) is a water catchment area (DRA) and an inseparable part of the Air Bengkulu River Basin. The granting of coal mining licenses that are not in accordance with the Environmental Support and Capacity is the cause of ecosystem damage and destruction that impacts on ecological disasters of floods and landslides throughout the year in the upstream, middle and downstream landscapes of the Air Bengkulu River Basin. Ecosystem destruction due to coal mining can be categorized into Ecocide crime, namely the crime of destruction or loss of ecosystem of a certain area, either done by humans or other causes, so that the enjoyment of peace of the population in the region is reduced.
Keywords: ECOCIDE; forest are; watershed.


Keywords


DAS; ECOCIDE; kawasan hutan

References


BUKU

Abdulah Marlang dan Rina Maryana. 2015. Hukum Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Adrian Sutedi. 2012. Hukum Pertambangan, Jakarta: Sinar Grafika.

Alam Setia Zain. 1997. Hukum Lingkungan Konservasi Hutan Dan Segi-Segi Pidana. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Iskandar. 2015. Hukum Kehutanan . Bandung: CV. Mandar Maju.

M. Ridha Saleh. 2005. Ecocide, Politik Kejahatan Lingkungan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Jakarta: WALHI.

M. Ridha Saleh et all. 2019. Ecocide Memutus Impunitas Korporasi. Jakarta : WALHI.

Siahaan. N.H.T. 2004. Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan. Jakarta: Erlangga.

Oka Andriansyah dan Rita Mustika Sari. 2011. “Gambaran Umum Permasalahan Pengelolahan Air Daerah Aliran Sungai Air Bengkulu”. Bogor: Telapak.

JURNAL DAN LAPORAN

Global Witness, Executive Summary; On Dangerous Ground, Executive Summary, 2015

Herlambang P. Wiratraman, dalam paparan “Kontekstualisasi Buku Memutus Hak Impunitas Korporasi” di kantor, Eksekutif Nasional WALHI, 2019

WALHI Bengkulu, Dokumen Kesimpulan dalam Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Dengan Nomor Perkara 44/Pdt.G/LH/2018/PN.Bgl

Dokumen List Alat Bukti Gugatan Perbuatan Melawan Hukum dengan Nomor Perkara 44/Pdt.G/LH/2018/PN.Bgl antara WALHI Melawan PT. Kusuma Raya Utama

Edra Satmaidi, “Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam Menjamin Terpeliharanya Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) Bagi Pembangunan Berkelanjutan”, Indonesian Journal Of Dialectics, vol. 5, No 3 Desember 2015

Samsu, Final Laporan Daerah Aliran Sungai Bengkulu, Tahun 2005

WEBSITE

https://regional.kompas.com/read/2019/05/02/14554261/7-fakta-bencana-alam-di-bengkulu-4-penyebab-banjir-hingga-perusahaan-tambang?page=all

https://www.mongabay.co.id/2017/04/30/aktivitas-tambang-batubara-yang-meresahkan-di-hulu-das-air-bengkulu/




DOI: http://dx.doi.org/10.24970/bhl.v5i1.134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Jurnal Bina Hukum Lingkungan telah terindeks pada:

                                                          

 

Journal Accreditation:



Plagiarism Check:

BHL is licensed under a Creative Commons Attribution

  Redaksi Jurnal Bina Hukum Lingkungan © 2016