PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TIGA MEKANISME FLEKSIBEL DALAM PROTOKOL KYOTO

Heidy Jane, Gabriella Gianova, Linny Firdaus, Zoar Reinhard

Abstract


ABSTRAK
Salah satu tonggak penting dari perjanjian terkait perubahan iklim adalah Protokol Kyoto tahun 1997. Protokol ini tidak hanya menentukan tingkat pengurangan atau pembatasan emisi gas rumah kaca dari negara maju (negara Annex I), tetapi juga memberikan kesempatan kepada negara tersebut untuk menurunkan emisi melalui mekanisme fleksibel (flexible mechanisms) sebagai tambahan dari penurunan emisi di negaranya masing-masing. Tiga mekanisme ini adalah mekanisme perdagangan emisi/karbon (emission/carbon trading), mekanisme Joint Implementation, dan Clean Development Mechanism. Seiring dengan berjalannya waktu, timbul berbagai masalah dalam pelaksanaan ketiga mekanisme fleksibel tersebut. Salah satu masalah terbesar dan pertanda kegagalan dari ketiga mekanisme tersebut adalah Negara Annex I bahkan jauh dari target pengurangan emisi yang telah ditentukan. Persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan Protokol Kyoto dan mekanisme fleksibelnya merupakan pelajaran berharga bagi pelaksanaan perjanjian pasca Kyoto, termasuk Perjanjian Paris 2015.
Kata kunci: protokol kyoto; perdagangan emisi; joint implementataion; mekanisme pembangunan bersih.

ABSTRACT
Protocol Kyoto, established in 1997, is one of the most important milestones for agreement on climate change. This Protocol not only determines the level of reduction or limitation of greenhouse gas (GHG) emission from developed countries (Annex I countries) but also provides an opportunity to reduce the emission through flexible mechanisms as addition to reduced emission in their countries. There are three mechanisms of flexible mechanisms: Emission/Carbon Trading, Joint Implementation, and Clean Development Mechanism. As time goes by, problems arise in the implementation of those three flexible mechanisms. One of the major problem and the sign of a failure of those Kyoto mechanisms is that the Annex I countries are not even close to the target of emissions reduction the protocol has set. However, the implementation of Protocol Kyoto and its flexible mechanisms are precious lessons to the agreement after Kyoto established in 2015, namely the Paris Agreement.
Keywords: kyoto protocol; emission trading; joint implementation; clean development mechanism.


Keywords


protokol kyoto; perdagangan emisi; joint implementataion; mekanisme pembangunan bersih

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



Jurnal Bina Hukum Lingkungan telah terindeks pada:

                                                          

 

Journal Accreditation:



Plagiarism Check:

BHL is licensed under a Creative Commons Attribution

  Redaksi Jurnal Bina Hukum Lingkungan © 2016