MANFAAT BAGI INDONESIA SEBAGAI PIHAK PADA CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY DAN NAGOYA PROTOCOL DALAM MELINDUNGI SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL

Yovita Indrayati, Marsudi T.

Abstract


Indonesia merupakan salah satu Negara terkaya dengan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional dalam pemanfaatan sumber daya genetik. Oleh karena itu, dibutuhkan ketentuan hukum yang mengatur perlindungan sumber daya genetik beserta pengetahuan tradisional untuk menjaga kelestarian sumber daya genetik dan keadilan bagi masyarakat hukum adat dan masyarakat adat. Perlindungan atas sumber daya sumber daya genetik beserta hak masyarakat hukum adat dan masyarakat adat atas pemanfaatan sumber daya sumber daya genetik telah diatur di dalam sumber Hukum Internasional dan sumber hukum Nasional. Negara Indonesia telah menjadi pihak dan melakukan pengesahan atas konvensi Keanekaragamaan Hayati (Convention on Biological Diversity) dan Protokol Nagoya (Nagoya Protocol on Access to Genetic Resources and the Fair and Equitable Sharing of Benefits Arising from their Utilization).

Selain itu, Negara Indonesia telah menerbitkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Namun demikian, Negara Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan implementasi perjanjian internasional dan peraturan perundang-undangan tersebut terutama yang berkaitan erat dengan perlindungan dan pemanfaatan sumber daya genetik beserta pengetahuan tradisionalnya serta keadilan bagi masyarakat hukum adat dan masyarakat adat

Keywords


perjanjian internasional, sumber daya genetik, pengetahuan tradisional

References


Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Catatan Awal Tahun 2013, Tegakkan Keadilan Bagi Masyarakat Adat, 2013, Jakarta

A.Sony Keraf, Etika Lingkungan, 2002, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Adrian Sutedi, Hak atas Kekayaan Intelektual, 2013, Jakarta: Sinar Grafika

Teori dan Praktik di Indonesia, 2014, cet.kedua, Bandung: PT Refika Aditama.

Huala Adolf, Aspek-Aspek Negara dalam Hukum Internasional, 1996, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Karen Leback, “Teori-Teori Keadilan Six Theories of Justice, diterjemahkan Yudi Santoso, 2001, Bandung: Nusa Media, hal.53-54.

Kementerian Lingkungan Hidup, Buletin Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Bilogical Diversity), Jakarta, 2003.

Kementerian Lingkungan Hidup, Ringkasan Rangkaian Pertemuan Convention On Biological Diversity and Nagoya Protokol, Pyeongchang, Korea Selatan, 29 September-17 Oktober 2014.

Kementerian Lingkungan Hidup, Buletin Protokol Cartagena tentang Keamanan Hayati (Protocol Cartagena on Biosafety), Jakarta, 2003.

Kementerian Lingkungan Hidup, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kertas Posisi (White Paper) tentang Pengetahuan Tradisional sebagai Bagian Kearifan Lokal dari Masyarakat Hukum Adat yang Terkait dengan Sumber Daya Genetik (SDG) dalam Protokol Nagoya, 2011.

Koesnadi Hardjsoemantri, Hukum Tata Lingkungan, Cet.18. Ed.8, 2005, Yogyakarta: Gadjah Mada Press.

Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan, Hari Depan Kita Bersama, terjemahan: Bambang Sumantri, 1988, Jakarta: PT Gramedia.

Mas Achmad Santosa, Good Governance dan Hukum Lingkungan, 2001, Jakarta: ICEL.

Pieter Mahmud Marzuki, , Pengantar Ilmu Hukum, 2008, Jakarta: Prenada Media Group.

Richard York dan Riley E Dunlap, Sosiologi Lingkungan Hidup dalam The Willey Blackwell-Companion to Sosiologi, Editor George Ritzer, 2013, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, Cet.7, 2012, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum suatu Pengantar, 2010, Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

World Commission, Report of the World Commission on Environment and Development: Our Common Future.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



Jurnal Bina Hukum Lingkungan telah terindeks pada:

                                                          

 

Journal Accreditation:



Plagiarism Check:

BHL is licensed under a Creative Commons Attribution

  Redaksi Jurnal Bina Hukum Lingkungan © 2016