KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DARI SUDUT PANDANG HUKUM LINGKUNGAN: STUDI PADA SUKU BADUY, PROVINSI BANTEN

Autor(s): Marhaeni Ria Siombo, Valerei Selvie Sinaga, Kasdin Sihotang
DOI: 10.24970/bhl.v7i1.275

Abstract

 

ABSTRAK

Indonesia terikat untuk melaksanakan kewajiban menjaga luas hutannya sebagai konsekuensi telah meratifikasi beberapa konvensi tentang perubahan iklim. Disisi lain maraknya kebakaran hutan, akan melemahkan posisi Indonesia dalam pergaulan dunia secara ekonomi dan sosial budaya. Pada bulan September 2019 kebakaran hutan serentak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Total luas hutan yang terbakar kurang lebih 322 ribu hektare (Sumber: KLHK). Tujuan penelitian ini adalah ingin menggali informasi kearifan lokal masyarakat Suku Baduy Dalam, dengan menggunakan metode observasi. Sumber hidup utama warga suku baduy dalam adalah memanfaatkan areal hutan untuk bertani dan berkebun. Mereka memiliki tradisi yang arif dan bijaksana, memiliki nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman dalam mereka berinteraksi dengan hutan termasuk dalam memanfaatkannya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa konsep kehutanan yang berkelanjutan sudah mereka laksanakan dalam kehidupan kesehariannya, tidak mengeksploitasi hutan karena mereka memanfaatkan sesuai kebutuhan hidupnya. Sebagai saran (rekomendasi) dari penelitian ini dalam rangka mencapai pembangunan kehutanan yang berkelanjutan dan partisipasi Indonesia dalam mengatasi climate change maka regulasi tingkat daerah dan nasional harusnya berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal masyarakat.

Kata kunci: kearifan lokal; suku baduy; pembangunan kehutanan berkelanjutan.

 

ABSTRACT

 Indonesia is bound to carry out its obligation to maintain its forest area as a consequence of having ratified several conventions on climate change. On the other hand, the rise of forest fires will weaken Indonesia's position in the world relations economically and socio-culturally. In September 2019 forest fires simultaneously occurred in several areas in Indonesia. The total area of forest burned is approximately 322 thousand hectares (Source: KLHK). The purpose of this study is to explore information on the local wisdom of the Baduy Dalam Tribe community, using the observation. The main source of life for the Baduy Dalam tribe is utilizing forest areas for farming and gardening. They have wise and wise traditions, have cultural values that guide them in interacting with the forest, including using it. The results of the study concluded that they have implemented the concept of sustainable forestry in their daily lives, not exploiting the forest because they use it according to their needs. As a suggestion (recommendation) from this research in order to achieve sustainable forestry development and Indonesia's participation in overcoming climate change, regional and national level regulations should be based on the values of local wisdom of the community

Keywords: local wisdom; baduy tribe; coastal; sustainable forestry development.

 

 

Keywords

kearifan lokal;suku baduy;pembangunan kehutanan berkelanjutan

References

Buku

Hadi P. Sudharto. Dimensi lingkungan Perencanaan Pembangunan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2001;

Ihromi, T.O. Antropologi Hukum Sebuah Bunga Rampai. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003;

----------------. Antropologi dan Hukum. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1993;

Kontjaraningrat. Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 1996;

Keraf Sony. Etika Lingkungan. Jakarta: Kompas, 2006;

Muhamad Bushar. Azas-azas Hukum Adat Suatu Pengantar. Jakarta: Pradnya Paramita, 1991;

Pudjorahardjo. “Manajemen Hutan Tingkat Mikro”; Laporan Penelitian pada Lokakarya Nasional Perhutanan Sosial. Jakarta: Departemen Kehutanan RI 1987;

Rahardjo Satjipto. Penegakan Hukum Progresif. Jakarta: Kompas, 2010;

Saptomo Ade. Hukum dan Kearifan Lokal. Jakarta: Grasindo, 2010;

Siombo, Marhaeni Ria. Hukum Lingkungan dan Pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2012;

--------------------------------. Pelaksanaan UU No.5 Tahun 1990 dan Nilai Tradisional Masyarakat Lore Lindu di Sul-Teng, PPs-UI, 1994.

Jurnal/Artikel

Mardhiah, Ainul, dan Supriatno, Djufri. “Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Dan Pengembangan Hutan Desa di Mukim Lutueng Kecamatan Mane Kabupaten Pidieprovinsi Aceh.” Jurnal Biotik 4, no. 2 (September 2016);

Climate Change 2001: Working Group I: The Scientific Basis;

Dundin Zaenuddin, Anang Hidayat dan Teddy Lesmana, “Pengelolaan Berbasis Masyarakat”, Policy Brief, LIPI, 02/2014;

Maria, Hadijah Azis K, Taskur, “Kearifan Lokal Masyarakat Adat Cerekang Dalam Menjaga Dan Melestarikan Hutan Adat di Desa Manurung Kabupaten Luwu Timur.” Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita 2, no. 2 (Desember 2020);

Rahayu Salam, “Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dalam Pengelolaan Hutan di Pulau Wangi-Wangi.” Jurnal WALASUJI 8, no. 1 (Juni 2017).

Sumber Lain

KLHK. “Kearifan Lokal menjadi Kunci Pengelolaan Hutan Adat yang Lestari - Kementerian LHK”. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 27 Agustus 2022. https:// www.menlhk.go.id/site/single_post/359).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.