GREEN VICTIMOLOGY: SEBUAH KONSEP PERLINDUNGAN KORBAN DAN PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DI INDONESIA

Autor(s): Agus Salim, Ria Anggraeni Utami, Zico Junius Fernando
DOI: 10.24970/bhl.v7i1.302

Abstract

ABSTRAK

Kejahatan lingkungan yang marak terjadi di Indonesia beberapa dekade belakangan ini, banyak memakan korban, baik itu korban manusia ataupun non-manusia seperti hewan, pohon, sungai dll. Namun dalam kenyataanya dilapangan, perlindungan korban masih jauh dari yang semestinya, apalagi berkaitan dengan korban non manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan (library research), dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), pendekatan analitik (analytical  approach), pendekatan historis (historical approach), pendekatan futuristic (futuristic approach). Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-preskriptif, penulis menganalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini adalah mencoba konsep green victimology dalam upaya perlindungan korban terhadap kejahatan lingkungan, yang menetapkan bahwa batasan korban atas viktimisasi lingkungan dalam perspektif green victimology tidak hanya terbatas pada manusia saja, namun juga termasuk dapat mengklasifikasikan korban non-manusia seperti, hewan, pohon, dan sungai, yang didasari pada nilai ekosentrisme (mengakui nilai-nilai intrinsik) dan sudut pandang keadilan lingkungan (ecojustice).

Kata kunci: green victimology; hukum; Indonesia; korban; lingkungan


ABSTRACT

Environmental crimes have been rampant in Indonesia in recent decades, taking many victims, human or non-human victims, such as animals, trees, rivers, etc. But in reality, on the ground, victim protection is still far from what it should be, especially for non-human victims. This study uses a normative legal approach or library research, with a statute approach, a conceptual approach, an analytical approach, a historical approach, and a futuristic approach. The nature of the research used in this research is descriptive-prescriptive. The authors analyze using content analysis techniques. The result of this study is to try the concept of green victimology to protect victims against environmental crimes, which stipulates that the victim's limitation on environmental victimization in the perspective of green victimology is not only limited to humans but also includes being able to classify non-human victims such as animals, trees. , and rivers, which are based on the value of ecocentrism (recognizing intrinsic values) and the point of view of environmental justice (ecojustice).

Keywords: environment; green victimology; Indonesia; law; victim

Keywords

green victimology; hukum; Indonesia; korban; lingkungan

References

Ahdiat, Adi. “WALHI: 60 Persen Kawasan Hutan Bengkulu Rusak.” Kbr.Id, 2019. https://kbr.id/nasional/04-2019/walhi__60_persen_kawasan_hutan_bengkulu_rusak/99168.html.

Andrew J. Jordan & Andrea Lenschow. Innovation in Environmental Policy. Cheltenham: Edward Elgar Publishing Limited, 2016.

Angkasa. Viktimologi. Depok: PT. Raja Grafindo, 2020.

Angkasa, Angkasa. “Green Victimology Perspective the Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Management.” Jurnal Media Hukum 27, no. 2 (2020): 231. doi:10.18196/jmh.20200153.

Athif. “Berbagai Kerusakan Lingkungan Di Indonesia.” Js.Ugm.Ac.Id, 2021. https://js.ugm.ac.id/2021/08/kerusakan-lingkungan/.

Banten DLKH. “15 Permasalahan Lingkungan Hidup Indonesia Dan Penyebabnya.” DKLH Banten, 2019. https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/dokumen/15 Permasalahan Lingkungan Hidup Indonesia dan Penyebabnya.pdf.

Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK. “Laporan Kinerja 2019,” 2019.

Fernando, Zico Junius. “Pancasila Sebagai Ideologi Pemberantasan Kejahatan Korporasi Di Indonesia.” Supremasi Hukum 29, no. 2 (2020): 80. doi:https://doi.org/10.33369/jsh.29.2.78-90.

———. “Pancasila Sebagai Ideologi Untuk Pertahanan Dan Keamanan Nasional Pada Pandemi Covid-19.” Jurnal Kajian Lemhannas RI 8, no. 3 (2020): 277.

———. “Perampasan Aset Pelaku Tindak Pidana Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Dan Prinsip Hukum Pidana.” Jurnal Legislasi Indonesia 19, no. 1 (2022): 85. doi:10.22212/jnh.v10i1.1217.84.

Fernando, Zico Junius, Wiwit Pratiwi, and Yagie Sagita Putra. “Omnibus Law Sebuah Problematika Dan Paradigma Hukum Di Indonesia.” AL-IMARAH: Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam 6, no. 1 (2021): 93. doi:http://dx.doi.org/10.29300/imr.v6i1.4122.

Flynn, Melanie, and Matthew Hall. “The Case for a Victimology of Nonhuman Animal Harms.” Contemporary Justice Review: Issues in Criminal, Social, and Restorative Justice 20, no. 3 (2017): 299. doi:10.1080/10282580.2017.1348898.

Hall, Matthew. “Criminal Redress in Cases of Environmental Victimization: A Defence.” Http://Dx.Doi.Org/10.1177/0269758016672027 23, no. 2 (November 14, 2016): 203. doi:10.1177/0269758016672027.

———. “Responding to Environmental Victimization: Compensation, Restitution and Redress.” Victims of Environmental Harm 1 (December 21, 2020): 110. doi:10.4324/9780203083444-12/RESPONDING-ENVIRONMENTAL-VICTIMIZATION-COMPENSATION-RESTITUTION-REDRESS-MATTHEW-HALL.

Hendriana, Rani. “Legal Protection of the Environment in Indonesia from a Green Victimology Perspective.” Proceedings of the International Conference on Environmental and Energy Policy (ICEEP 2021) 583, no. Iceep (2021): 181. doi:10.2991/assehr.k.211014.038.

Indonesia.go.id. “Konsistensi Penegakan Hukum Kejahatan Lingkungan Dan Hutan.” Indonesia.Go.Id, 2022. https://indonesia.go.id/kategori/editorial/3594/konsistensi-penegakan-hukum-kejahatan-lingkungan-dan-hutan.

International Centre for Criminal Law Reform and Criminal Justice Policy. Reform and Criminal Justice Policy Vicims of Environmental Crime – Mapping the Issues. Vancaouver: International Centre for Criminal Law Reform and Criminal Justice Policy, 2011.

Irwan Syambudi. “Banjir Kalimantan Akibat Lingkungan Rusak: Tak Cukup Penghijauan.” Tirto.Id, 2021. https://tirto.id/banjir-kalimantan-akibat-lingkungan-rusak-tak-cukup-penghijauan-glxL.

Jelita, Insi Nantika. “Dampak Dan Biaya Dari Kejahatan Lingkungan Naik 5-7 Persen Setiap Tahun.” Mediaindonesia.Com, 2022. https://mediaindonesia.com/ekonomi/482282/dampak-dan-biaya-dari-kejahatan-lingkungan-naik-5-7-persen-setiap-tahun.

Johnson, Demarco S; Barrett, Kimberly L; McTague, Tricia. “The Status of Green Criminology in Victimology Research.” McNair Scholars Research Journal 10, no. 1 (2017): 91. http://commons.emich.edu/mcnair/vol10/iss1/8.

Mahfud MD. Membangun Politik Hukum Menegakkan Konstitusi. Jakarta: Rajawali Press, 2012.

Marzuki, Peter Mahmud. “Penelitian Hukum,” 93. Jakarta: Kencana, 2005.

Media Indonesia. “Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2021 Meningkat.” Mediaindonesia.Com, 2021. https://mediaindonesia.com/humaniora/459276/indeks-kualitas-lingkungan-hidup-nasional-tahun-2021-meningkat.

Pambudhi, Hario Danang, and Ega Ramadayanti. “Menilai Kembali Politik Hukum Perlindungan Lingkungan Dalam UU Cipta Kerja Untuk Mendukung Keberlanjutan Ekologis.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 7, no. 2 (2021): 300. doi:10.38011/jhli.v7i2.313.

Siregar, Januari, and Muaz Zul. “Penegakan Hukum Dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup Di Indonesia.” Mercatoria 8, no. 2 (2015): 128. https://ojs.uma.ac.id/index.php/mercatoria/article/view/651/861.

Siti Khoiriah. “Direktur Walhi Irfan : Kejahatan Lingkungan Marak Terjadi Di Lampung.” Kupastuntas.Co, 2021. https://www.kupastuntas.co/2021/09/07/direktur-walhi-irfan-kejahatan-lingkungan-marak-terjadi-di-lampung.

Suriani Mappong. “Balai Gakkum KLHK Sulawesi Tangani 78 Kasus Pada 2021.” Makassar.Antaranews.Com, 2022. https://makassar.antaranews.com/berita/339285/balai-gakkum-klhk-sulawesi-tangani-78-kasus-pada-2021.

UGM, Pusat Studi Lingkungan Hidup. “Menyoal Dana Penjaminan Lingkungan Hidup,” 2022. https://pslh.ugm.ac.id/menyoal-dana-penjaminan-lingkungan-hidup/.

UNEP. “Environmental Crimes Are on the Rise, so Are Efforts to Prevent Them.” Unep.Org, 2016. https://www.unep.org/news-and-stories/story/environmental-crimes-are-rise-so-are-efforts-prevent-them.

Varona, Gema. “Restorative Pathways AAfter Mass Environmental Victimization: Walking in the Landscapes of Past Ecocides.” Onati Socio-Legal Series 10, no. 3 (2020): 666–67. doi:10.35295/osls.iisl/0000-0000-0000-1044.

Walhi. “Kondisi Lingkungan Hidup Di Indonesia Di Tengah Isu Pemanasan Global.” Walhi.or.Id, 2021. https://www.walhi.or.id/kondisi-lingkungan-hidup-di-indonesia-di-tengah-isu-pemanasan-global.

White, Rob. “Green Victimology and Non-Human Victims.” International Review of Victimology 24, no. 2 (February 6, 2018): 239–55. doi:10.1177/0269758017745615.

Widayati, Lidya Suryani. “Ultimum Remedium Dalam Bidang Lingkungan Hidup.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 22, no. 1 (2015): 6–7. doi:10.20885/iustum.vol22.iss1.art1.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.