ANALISIS POTENSI PEMBENTUKAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LAWU

Dewi Rumaisa, Zaki Fathullah

Abstract


ABSTRAK

Gunung Lawu memiliki potensi untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kesadaran konservasi alam, pariwisata alam dan rekreasi, budaya, sumber plasma nutfah untuk mendukung budidaya pertanian. Sumber Daya Alam Hayati di kawasan Gunung Lawu mempunyai nilai-nilai biologi, ekonomi, dan sosial budaya yang saling berkaitan. Keterkaitan tersebut dikarenakan adanya makhluk hidup yang beraneka ragam. Kerusakan alam yang terjadi karena faktor internal maupun eksternal harus dicari solusinya agar nilai-nilai alam tetap terjaga. Keanekaragaman SDAH perlu dilestarikan dengan cara program konservasi yaitu dengan mengupayakan gunung lawu menjadi taman nasional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan mendapat kejelasan bagaimana seharusnya pembentukan taman nasional yang berorientasi pada regulasi, prinsip maupun asas dalam perlindungan dan pelestarian hutan (2) mengetahui hal apa yang menjadi dasar rasionalitas pembentukan taman nasional Gunung Lawu. Penelitian ini bersifat yuridis normative dimana penulis akan memastikan keadaan pada Daerah Kawasan Gunung Lawu secara factual lalu ditelaah dan dikaji menggunakan undang-undang yang berkaitan guna mencari solusi yang dibutuhkan.

Kata kunci: gunung lawu; pengaturan; taman nasional.

 

ABSTRACT

Lawu Mount has the potential for research and science, education, and awareness of nature conservation, nature tourism and recreation, culture, germplasm resources to support agricultural cultivation. Biological natural resources in the Lawu Mount region has interrelated biological, economic and socio-cultural values. This connection is caused by the existence of various creatures. Natural damage that occurs due to internal and external factors must be sought a solution so that natural values are maintained. The diversity of biological natural resources is conserved through a conservation program that is making Lawu Mount be a national park. This study aims to (1) find out and get clarity about how the formation of national parks should be oriented to regulations and principles in the protection and preservation of forests (2) find out what is the basis for the rationality of the formation of the National Park Lawu Mountain. This research is a normative jurisdiction where the author will ascertain the factual conditions of the Gunung Lawu region and then review them using relevant laws to find the solutions needed.

Keywords: environmental function; illegal mining; law enforcement.


Keywords


gunung lawu; pengaturan; taman nasional

References


Buku

Arief, Barda Nawawi, 2008, Kebijakan Hukum Pidana. Jakarta: Prenada Media Group;

Arief, Arifin, 2001, Hutan dan Kehutanan. Yogjakarta: Kanisius;

Buku Kementrian Kehutanan, 2013, Pedoman Pendidikan Konservasi Sumber Daya Alam. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Bumi. Bogor;

H.S., Salim, 2008, Dasar-dasar Hukum Kehutanan, Jakarta: Sinar Grafika;

Hadjon, Philipus M. et. Al, 2014, Argumentasi Hukum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press;

Heroepoetri, Arimbi dan Mas Achmad Santosa, 1993, Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan. Jakarta: WALHI;

Kelsen, Hans, 2008, Dasar-Dasar Hukum Normatif, Prinsip-prinsip Teoritis untuk mewujudkan Keadilan dalam Hukum dan Politik, Terjemahan oleh Nurulita Yusron. Bandung: Penerbit Nusa Media;

_____________, 2010, Pengantar Teori Hukum, Pengantar Stanley L. Poulson. Terjemahan oleh Siwi Purwandari. Bandung: Penerbit Nusa Media;

Keraf, Sonny, 2002, Etika Lingkungan. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara;

Konsult, 2010, Policy Instrumen, The Institute of Transport Studies, University of Leed;

Malik, Ichsan, et al. 2014. Tren Konflik di Lima Taman nasional 2009-2014 : Tesso Nilo, Kerinci Seblat, Kayan Mentarang, Kutai, Sebangau. Jakarta: Satgas Redd Plus.

Marzuki, Peter Mahmud. 2013. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group;

Mertokusumo, Sudikno. 1999. Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty;

Moleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya;

Nurrochmat, et. al. 2016. Kebijakan Pembangunan Kehutanan dan Lingkungan. Bogor: IPB Press;

Pamulardi, Bambang. 1999. Hukum Kehutanan dan Pembangunan Bidang Kehutanan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada;

Pelu, Musa. 2013. Nilai Historis Candi Cetho Sebagai Sumber dan Materi Pendidikan Budi Pekerti Budaya Lokal. Surakarta: F.KIP Universitas Sebelas Maret;

Rahardjo, Sartjipto. 2000. Ilmu Hukum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti;

Salim, H.S. 2003. Dasar-dasar Hukum Kehutanan. Jakarta: Sinar Grafika;

Sembiring, Sulaiman N. 1999. Kajian Hukum dan Kebijakan Pengelolaan Kawasan Konservasi di Indonesia: Menuju Pengembangan Desentralisasi dan Peningkatan Peran Sera Masyarakat. Jakarta: ICEL;

Soesilo, Hendy. 2016. Candi Sukuh; Kestabilan Lereng. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta;

Wignjosoebroto, Soetandyo. 2013. Hukum, Konsep dan Metode. Malang: Setara Press;

WWF Indonesia. 2013. Panduan Kelestarian Ekosistem untuk Pemanfaatan Panas. WWF Indonesia. Jakarta;

Jurnal

Crofts dan Gordon. 2014. Geoconservation in Protected Areas. Parks. Vol. 20 No. 2;

IUCN’s World Commission on Protected Areas. 2017. Developing capacity for a protected planet. Parks: The International Journal of Protected Areas and Conservation. Vol 23 No. 1;

Diantoro, Totok Dwi. 2011. Perambahan Kawasan Hutan pada Konservasi Taman Nasional (Studi Kasus Taman Nasional Tesso Nilo, Riau). Jurnal Mimbar Hukum. Vol. 23 No. 3;

Dewi, Luh Gede Leli Kusuma. 2013. Usaha Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Beraban dalam Pengelolaan Tanah Lot secara Berkelanjutan, Jurnal Analisis Pariwisata, Volume 13, Nomor 1;

Munawaroh, E. et. al. 2011. Ketergantungan Masyarakat pada Hasil Hutan Non Kayu di Malinau, Kalimantan Timur: Suatu Analisis Etnobotani dan Implikasinya bagi Konservasi Hutan. Jurnal Penelitian Hayati Edisi Khusus 7A;

Nasution, Mhd Nur Arrahman, et. Al. 2019. Analisis Aturan Hukum Pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sebagai Warisan Dunia. USU Law Jurnal. Vol. 7 No. 3;

Negara, Purnawan Dwikora. 2011. Rekonstruksi Kebijakan Pengelolaan Kawasan Konservasi Berbasis Kearifan Lokal sebagai Kontribusi Menuju Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Indonesia. Jurnal Konstitusi. Vol. IV No. 2;

Purwawangsa, Handian. 2017. Instrumen Kebijakan untuk Mengatasi Konflik di Kawasan Hutan Konservasi. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. Vol. 4 No. 1;

Sutarno, Setyawan, Irianto dan Kusumaningrum. 2001. Keanekaragaman Flora Hutan Jobolarangan Gunung Lawu: 2. Spermatophyta. Biodiversitas. Vol. 2 No. 2.




DOI: http://dx.doi.org/10.24970/bhl.v4i1.83

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Jurnal Bina Hukum Lingkungan telah terindeks pada:

                                                          

 

Journal Accreditation:



Plagiarism Check:

BHL is licensed under a Creative Commons Attribution

  Redaksi Jurnal Bina Hukum Lingkungan © 2016