TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP PERDAGANGAN SATWA LIAR DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI MELALUI KERJASAMA NEGARA-NEGARA ASEAN

Netty Songtiar Rismauly Naiborhu

Abstract


ABSTRAK
Perlindungan terhadap satwa liar dan keanekaragaman hayati merupakan bagian integral dari upaya pembangunan berkelanjutan yang harus diwujudkan sebagai bagian dari tanggung jawab negara. Negara mencegah dilakukannya kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan. Beberapa permasalahan yang dihadapi negara-negara di dunia termasuk Indonesia adalah perlindungan perdagangan satwa liar dan keanekaragaman hayati, kehilangan biodiversity sebagian besar spesies flora dan fauna di alam bebas sangat terancam kelangsungan hidupnya bahkan hampir punah karena habitatnya telah dirusak oleh kegiatan manusia, padahal secara ekologis peranannya penting dalam kelangsungan hidup di alam semesta. Untuk menghadapi permasalahan di atas, negara-negara ASEAN telah mengadakan kerjasama regional untuk penguatan penaatan terhadap CITES dan Convention Biological Diversity.
Kata kunci: keanekaragaman hayati; perdagangan satwa; tanggung jawab negara.


ABSTRACT
Protection of wildlife and biodiversity is an integral part of sustainable development efforts that must be realized as part of the responsibility of the state. The state prevents the use of natural resources that cause pollution and/or environmental damage. Some of the problems faced by countries in the world including Indonesia are the protection of wildlife trade and biodiversity, biodiversity loss of most species of flora and fauna in the wild is very threatened survival even almost extinct because its habitat has been ravaged by human activities, when ecologically its role is important in survival in the universe. To deal with the above problems, ASEAN countries have established regional cooperation to strengthen the strengthening of cites and convention biological diversity.
Keywords: biodiversity; endangered species; state responsibility.


Keywords


keanekaragaman hayati; perdagangan satwa; tanggung jawab negara

References


Buku

Harris, D. J., 1998, Cases and Materials on International Law, Sweet & Maxwell, London: London University;

Hunter, David, James Salzman and Durwood Zaelke, 1998, International Environmental Law and Policy, New York: Foundation Press;

Ibrahim, Johnny, 2006, Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Cet. Kedua, Malang: Bayumedia Publishing;

Machmud, Syahrul, 2012, Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia; Penegakan Hukum Administrasi, Hukum Perdata, dan Hukum Pidana Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, Yogyakarta: Graha Ilmu;

Sands, Philippe, 1995, Principles of International Environmental Law, Vol. 1: Frameworks, Standards and Implementation, Manchester: Manchester University Press;

Silalahi, M. Daud, 1996, Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia Edisi Ke-2, Jakarta: Alumni;

Sombo, Marhaeni Ria, 2012, Hukum Lingkungan dan Pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama;

Starke, J. G., Pengantar Hukum Internasional, Jakarta: Aksara Persada Indonesia;

Syarif, M. Laode dan Andri G. Wibisana, 2015, Hukum Lingkungan: Teori, Legislasi dan Studi Kasus, Jakarta: Kemitraan Partnership;

Wangke, Humphrey, 2020, Membangun Kemitraan Untuk Keberlanjutan Pembangunan, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jurnal

Aristides, Yoshua, Agus Purnomo, Fx. Adji Samekto. 2016. “Perlindungan Satwa Langka Di Indonesia Dari Perspektif Convention On International Trade In Endangered Species Of Flora And Fauna (CITES).” Diponegoro Law Journal 5 (4): 8;

Fahmi, Sudi. 2011. “Asas Tanggung Jawab Negara Sebagai Dasar Pelaksanaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.” Jurnal Hukum 18 (2): 212 – 228;

Jadda, Asram A. T.. 2019. “Tinjauan Hukum Lingkungan Terhadap Perlindungan dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati.” Madani Legal Review 3 (1): 48;

Chun, Joseph. 2016. “Biological diversity conservation laws in South East Asia and Singapore: a regional approach in pursuit of the United Nations’ Sustainable Development Goals?”, Asia Pacific Journal of Environmental Law 19: 105-138;

Ngakan, Putu Oka. 2018. “Konservasi Keanekaragaman Hayati Untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.” Prosiding Seminar Nasional Biodiversity Conservation: 4;

Sudaryat. 2020. “Perlindungan Hukum Sumber Daya Genetik Indonesia dan Optimalisasi Teknologi Informasi.” Bina Hukum Lingkungan 4 (2): 236-250;

Zakariya, Rizki. 2020. “Optimalisasi Peran PPNS Bea dan Cukai Dalam Penanganan Perkara Kepabeanan Perdagangan Satwa Dilindungi.” Jurnal Perspektif Bea dan Cukai 4 (1): 190.

Sumber Lain

ASEAN Cooperation on Environment. The ASEAN Wildlife Enforcement Network (ASEAN-WEN). Accessed March, 4, 2021. https://environment.asean.org/the-asean-wildlife-enforcement-network-asean-wen/;

Traffic. 2015. Hundreds of Protected Tortoises Seized in Madagascar. October 12. Accessed March 11, 2021. https://www.traffic.org/news/hundreds-of-protected-tortoises-seized-in-madagascar/;

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2015. Sejarah dan Latar Pembentukan ASEAN. March 17. Accessed March 16, 2021. https://kemlu.go.id/portal/id/read/980/halaman_list_lainnya/sejarah-dan-latar-pembentukan-asean.




DOI: http://dx.doi.org/10.24970/bhl.v5i2.209

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Jurnal Bina Hukum Lingkungan telah terindeks pada:

                                                          

 

Journal Accreditation:



Plagiarism Check:

BHL is licensed under a Creative Commons Attribution

  Redaksi Jurnal Bina Hukum Lingkungan © 2016