Main Article Content

Abstract

ABSTRAK
Perkembangan hukum tata ruang tidak secepat perkembangan hukum lingkungan, hal itu dikarenakan masyarakat mengenal hukum tata ruang sebagai bagian dari masalah tata ruang kota terkait keindahan dan kenyamanan, bukan sebagai instrumen pelestarian lingkungan. Untuk itu perlu diteliti dan dirumuskan sejarah perkembangan, batasan dan ruang lingkup, prinsip-prinsip, dan pengaturannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris yang disajikan dalam deskriptif analitis. Data penelitian diperoleh dari studi literatur dan studi lapangan. Selanjutnya, data dianalisis secara yuridis kualitatif dengan interpretasi secara historikal, gramatikal, dan sistematikal. Hukum penataan ruang ternyata telah dipraktikkan oleh masyarakat adat Indonesia ribuan tahun sebelum Negara Indonesia terbentuk. Ruang lingkup penataan ruang meliputi: Perencanaan kota; Desain perkotaan; Perencanaan regional; Perumahan dan Permukiman; Tata Guna Tanah; Tata Ruang Air; dsb. Secara empiris pada masyarakat adat, prinsip-prinsip hukum penataan ruang meliputi: Prinsip keseimbangan alam; Prinsip beradaptasi dengan alam; Pemanfaatan ruang sesuai fungsi dan peruntukan; Prinsip pemanfaatan secukupnya; Prinsip Tidak boleh bermegah-megahan; Keadilan lintas mahluk; dan Prinsip Comuun.
Kata kunci: kearifan lokal; penataan ruang; pelestarian lingkungan; tata guna tanah; tata guna udara; tata guna laut.


ABSTRACT
Development of spatial law not as fast as development of environmental law, this is because the society knows the spatial law as an urban spatial issue related to beauty and comfort, not as an environmental conservation instrument. Therefore, it necessary to research and formulate the history of development, limits and scope, principles, and regulations.This study uses a juridical normative and empirical juridical approach which is presented in an analytical descriptive. The research data were obtained from literature studies and field studies. Furthermore, the data were analyzed in a qualitative juridical manner with historical, grammatical, and systematic interpretations.Spatial law has been practiced by Indonesian indigenous peoples thousand years ago before the Indonesian State was formed. The scope of spatial law includes: Urban Planning; Urban Design; Regional Planning; Housing and Settlement; Land Use; Water Spatial Planning; etc. Empirically on Adat Community, spatial planning principles include: The balance of nature; Principle humans adapt to nature; Utilization based function and designation; The principle of adequate use; Principles should not boast; The principle of commuun; The principle of justice across beings
Keywords: Air Use Planning; Environmental Conservation; Local Wisdom; Land Use; Marine Use Planning; Spatial Law.

Keywords

kearifan lokal penataan ruang pelestarian lingkungan tata guna tanah tata guna udara tata guna laut

Article Details

How to Cite
Imamulhadi, I. (2021). ASPEK HUKUM PENATAAN RUANG: PERKEMBANGAN, RUANG LINGKUP, ASAS, DAN NORMA. BINA HUKUM LINGKUNGAN, 6(1), 119–144. Retrieved from http://bhl-jurnal.or.id/index.php/bhl/article/view/146

References

  1. Buku
  2. Berg, Max, Van, Den dan Gaelle Pinson, Spatial Planning and Development in Switzerland. Zurich: Institute for Spatial and Landscape Develeopment, 2008;
  3. Eka Permana, Cecep. Penataan Ruang Masyarakat Baduy. Jakarta: Wedatama Widya Sastra, 2006;
  4. Hardjasoemantri, Koesnadi. Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta: Gadjahmada University Press, 2005;
  5. Hasni. Hukum Penataan Ruang dan Penatagunaan Tanah. Jakarta: Rajawali Press, 2008;
  6. Huijbers, Theo. Philosophy of Law in Historical Trajectories. Yogyakarta: Pustaka Filsafat, 1982;
  7. Imamulhadi. Hukum Lingkungan Alternatif: Hukum Lingkungan Islam, Hukum Lingkungan Adat. Yogyakarta: K-Media, 2016;
  8. Jayadinata, Johara T. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan dan Wilayah. Bandung: ITB, 1999;
  9. Kelsen, Hans. General Theory of Law and State. New York: Russel and Russel, 1971;
  10. Kodoatie, J, Robert dan Roestam Sjarief. Tata Ruang Air. Yogyakarta: ANDI, 2010;
  11. Muggli, Rudolf. Spatial Planning in Switzerland: Brief Introduction. VLP-ASPAN;
  12. --------------------. Swiss Spatial Planning: Brief Introduction. Bern: VLP-ASPAN;
  13. M Hadjon, Philiphus Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1994;
  14. Noor, Djauhari. Geologi Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005;
  15. Rangkuti, Siti Sundari. Hukum Lingkungan dan Kebijaksanaan Lingkungan Nasional. Surabaya: Airlangga University Press, 1996;
  16. Salsich Jr, Peter W, dan Timothy J. Tryniecki. Land Use Regulation: A Legal Analysis & Practical Application of Land Use Law. Illinois: American Bar Association, 1997;
  17. Soemarwoto, Otto. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Bandung: Djambatan, 1994;
  18. Vollenhoven, Van. Het Adatrecht van Nederlandsch-Indie. Leiden: Boekhandel en Drukkerij Voorheen E.J. Brill, Leiden, 1931.
  19. Jurnal/Artikel
  20. DACI, Jordan. “Legal Principles, Legal Values, and Legal Norm: Are the Same or Different?”, Academicus - International Scientific Journal 2, no. 7 (2010);
  21. Hartvigsen, Morten, at.al. “Experiences With Land Reform and Land Consolidation in Moldova”, Land Tenure Journal 2, no. 12 (2012);
  22. Indrawarna, Ira. “Berketuhanan Dalam Perspektif Kepercayaan Sunda Wiwitan,” Jurnal Melintas 30, no. 1 (2014);
  23. Junef, Muhar. “Penegakan Hukum Dalam Rangka Penataan Ruang Guna Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan,” Jurnal De Jure 17, no. 4 (2017);
  24. Muñiz, Joaquín-Toubes. "Principles of Law and Legal Theory". Ratio Juris 10, no. 3 (1997) : 87;
  25. Nurwansyah, Ilham. “Hukum dalam Naskah Sunda Kuno Sanghyang Siksa Kandang,” Jurnal Manuskripta 7, no. 1 (2017);
  26. Sunyowati, Dina. “Penataan Ruang Laut Berdasarkan Integreted Coastal Management,” Jurnal Mimbar Hukum 20, no. 3 (2008);
  27. Suparmini, dkk. “Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal,” Jurnal Penelitian Humaniora 18, no. 1 (2013).
  28. Peraturan Perundang-undangan
  29. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.